Kisah Dan Cerita Walisongo Dalam Penyebaran Islam Di Pulau Jawa

187 views

Kisah Dan Cerita Walisongo - Walisongo atau dalam bahasa Indonesia yang disebut dengan wali sembilan merupakan deretan tokoh-tokoh penyebaran ajaran Agama Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Kisah walisongo ini sesuai dengan namanya yaitu sembilan wali atau sembilan orang yang paling berpengaruh dalam penyebaran islam di tanah jawa, dari kesembilan tokoh tersebut merupakan orang-orang yang saling memiliki keterkaitan misalnya antara guru dan murid.

Pada masa penyebaran Islam di pulau jawa, tokoh walisongo ini menyebarkan islam melalui ranah diplomatik kerajaan dari berbagai macam aspek sosial, budaya dan kesenian karena memang islam datang ke nusantara bukan melalui jalur perang namun melalui jalur perdagangan dan diplomatik.

Para tokoh walisongo ini menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya dan kesenian karena dahulu sebelum islam datang dan berkembang di Indonesia sudah diisi oleh agama lain yaitu Hindu dan Budha para masyarakat jawa dahulu berserta kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara beragama Hindu dan Budha oleh karena sebab itulah metode dakwah yang dilakukan oleh para walisongo ini menggunakan cara yang humanis seperti alkulturasi budaya agar tidak timbul perpecahan atau peperangan diantara masyarakat.

Dalam beberapa catatan sejarah era kedatangan serta penyebaran Islam oleh walisongo merupakan akhir dari peradaban Hindu Budha di Nusantara begitu pula dengan kerajaan-kerajaannya yang mulai beralih menjadi kesultanan dan kesunanan setelah kerajaan Hindu besar Majapahit runtuh. Adapun nama dari tokoh walinsongo tersebut adalah sebagai berikut :

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

sunan-kalijaga-gresikSunan Gresik atau Malulana Malik Ibrahim merupakan wali yang pertama dalam penyebaran Islam di pulau jawa, Sunan Gresik merupakan keturunan dari Nabi Muhammad, beliau memiliki nama lain misalnya sunan thandes atau sunan mursyid silsilah dari sunan gresik ini lumayan pajang ada sekitar 22 turunan Nabi Muhammad yang akhirnya merujuk kepada nama Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim.

Dalam penyebaran Islam sunan gresik mengajarkan kepada masyarakat jawa untuk bercocok tanan dan mencoba merangkul para masyarakat bawah yang menjadi korban dari runtuhnya kejayaan Majapahit karena setalah Majapahit runtuh banyak masyarakat yang kelaparan dan kesulitan ekonomi dan disitulah sunan gresik mencoba untuk merangkul masyarakat yang mengalami musibah.

2. Sunan Ampel ( Raden Rahmat ) 

Sunan Ampel atau Raden Rahmat adalah keturunan dari Nabi Muhammad yang ke 19 beliau merupakan keturnan dari seorang putri champa seorang putri yang hidup pada masa dinasti Ming. Sunan Ampel dianggap sebagai wali paling senior diantara para wali lainnya, beliau memiliki sebuah pondok pesantren di surabaya yang bernama Ampel denta yang juga merupakan tempat tertua dalam penyebaran agama Islam di jawa.

Baca Juga :   Kisah Sunan Kudus Dalam Walisongo

Sunan Ampel juga memiliki seorang anak laki-laki yang kelak menjadi penerus dakwahnya di pulau jawa untuk menyebarkan ajaran Islam anak laki-laki dari Sunan Ampel tersebut adalah Sunan Bonang hasil pernikahan antara Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati atau Nyai Ageng Manila.

3. Sunan Bonang ( Makhdum Ibrahim )

Sunan Bonang atau biasa disebut dengan Makhdum Ibrahim ini merupakan anak dari Sunan Ampel yang juga keturunan Nabi Muhammad ke 23 dari ayahnya yaitu Sunan Ampel, dalam penyebaran Islam Sunan Bonang menggunakan metode kesenian seperti tembang jawa dan gamelan salah satu hasil karya kesenian Sunan Bonang adalah lagu Tombo Ati yang sampai saat ini masih terkenal lirik lagunya dan bahkan sering dijadikan lagu oleh para musisi-musisi religi Indonesia seperti Opick, Bimbo dan lain-lain.

4. Sunan Drajat ( Raden Qosim ) 

Sunan Drajat atau nama kecilnya yaitu Raden Qosim merupakan anak dari Sunan Ampel yang juga merupakan adik atau saudara kandung dari Sunan Bonang, Sunan Drajat dikenal oleh banyak orang dari berbagai macam aktivitas sosialnya dengan berbagai nuansa ajaran filantropi Islam seperti menyantuni anak yatim, peningkatan kesejateraan, kerja keras dan kedermawanan selain itu Sunan Drajat juga memiliki karya seni yang dikenal sebagai tembang Macapat Pungkur dan juga gamelan singomengkok yang kini keberadaannya ada di museum Sunan Drajat, Lamongan.

5. Sunan Kudus ( Jafar Shadiq ) 

Sunan Kudus merupakan keturnan ke 24 dari Nabi Muhammad yang juga masih ada ikatan darah dengan Sunan Ampel, Sunan Kudus merupakan wali yang paling berpengaruh pada masa kejayaan kesultanan demak ia diceritakan sebagai panglima tinggi, penasihat kerajaan dan hakim kesultanan demak pada masa itu, Sunan Kudus juga merupakan wali yang sangat sering berdakwah kepada masyarakat non muslim yaitu Hindu bahkan dalam beberapa ajaran tentang memaknai toleransi adalah ketika Sunan Kudus melarang warganya untuk memakan atau menyembelih sapi karena pada saat itu masyarakat Hindu menganggap sapi adalah hewan yang disucikan.

Murid dari Sunan Kudus yang paling terkenal namanya adalah Arya Penangsang dan juga Sunan Prawoto yang menjadi penguasa demak pada saat itu salah satu bentuk peninggalan Sunan Kudus adalah menara kudus yang bentuknya masih memiliki perpaduan corak antara Hindu dan Islam.

Baca Juga :   Tragedi Letusan Gunung Krakatau

6. Sunan Giri ( Maulana Ishaq )

Sunan Giri atau Maulana Ishaq adalah keturunan Nabi Muhammad ke 23 yang juga merupakan murid dari Sunan Ampel serta masih satu perguruan dengan Sunan Bonang, ia merupakan seorang wali yang jejak perjalanan dakwahnya paling jauh hingga wilayah timur Indonesia meliputi Maluku, Lombok dan Bima.

7. Sunan Kalijaga ( Raden Mas Said/ Lokajaya )

sunan-kalijagaSunan Kalijaga merupakan wali yang paling populer di kalangan masyarakat jawa pada umumnya dibandingkan dengan wali-wali lainnya, dahulu Sunan Kalijaga adalah seorang kriminal atau perampok desa yang bernama Lokajaya namun hasil rampokannya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan lalu pada saat ia sedang melakukan perjalan melewati hutan akhirnya ia bertemu dengan seorang kakek tua bertongkat yang tidak lain adalah Sunan Bonang.

Sunan Bonang pada saat itu menancapkan tongkatnya di dekat sungai berhubung tongkat yang dibawa oleh Sunan Bonang adalah tongkat emas maka Lokajaya berusaha merampas tongkat itu agar hasilnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan akan tetapi Sunan Bonang tidak membernarkan perbuatannya itu karena tindakan mencuri tidak diperbolehkan dalam Islam apapun tujuannya.

Setelah dinasehati oleh Sunan Bonang maka Lokajaya ingin berguru kepadanya dan menyusul Sunan Bonang hingga tepian sungai dan Sunan Bonang menyuruh ia untuk bertapa sampai beberapa waktu dan juga Lokajaya ditugaskan untuk menjaga tongkat miliknya tersebut selang beberapa tahun ia berhasil melewati ujiannya dan diberilah nama baru yang bernama Kalijaga.

8. Sunan Muria ( Raden Umar Said )

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga, tidak banyak artikel yang membahas tentang dakwah Sunan Muria ini namun namanya pernah dijadikan sebagai nama gunung yaitu Gunung Muria dan Kereta Api Argo muria.

9. Sunan Gunung Djati ( Syarif Hidayatullah )

Sunan Gunung Djati atau biasa disebut dengan Syarif Hidayatullah ini merupakan seorang tokoh ulama yang menyebarkan ajaran Islam di jawa barat berdasarkan catatan sejarah Sunan Gunung Djati masih memiliki ikatan dengan kerajaan padjajaran melalui nyai rara santang yang merupakan anak dari Sri Baduga Maharaja, Sunan Gunung Djati melakukan dakwah di Cirebon dan dari dakwah Sunan Gunung Djati itulah akhirnya muncul sebuah kesultanan Cirebon yang tidak lain menjadi sebuah cikal bakal adanya kesultanan Banten.

Tags: #Indonesia #Inspirasi #Islami #Teladan #Tokoh

Leave a reply "Kisah Dan Cerita Walisongo Dalam Penyebaran Islam Di Pulau Jawa"

Author: 
    author
    Hallo, dapatkan tulisan seputar kata kata bijak, kata mutiara dan kumpulan ucapan terbaru disini, gratis setiap harinya jangan sampai ketinggalan.