Sunan Ampel, Kisah Sunan Ampel Dalam Walisongo

Sunan Ampel - Sunan Ampel merupakan salah satu tokoh walisongo yang berpengaruh dalam penyebaran islam di pulau jawa, beliau lahir di Champa pada tahun 1401 akan tetapi lokasi Champa ini bisa beragam ada yang berkata bahwa Champa yang dimaksud adalah Champa, Kamboja ada juga yang mengatakan Juempa sebuah lokasi Aceh. Menurut beberapa riwayat sunan ampel merupakan anak dari Maulana Malik Ibrahim yang tidak lain adalah sunan gresik, dalam literasi cina kuno yang diterbitkan oleh klenteng Sam Po Kong sunan ampel merupakan Bong Swi Hoo cucu dari seorang mualaf bernama Bong Tak Keng yang memiliki etnis Tionghoa ia diperintahkan untuk menghimpu beberapa komunitas Tionghoa di Champa.

Dalam versi Darmo Gandhul sunan ampel disebut dengan sayyid rahmad yang merupakan keponakan dari putri Champa seorang permaisuri dari raja Brawijaya yang beragama islam. Namun menurut versi hikayat banjar dan kotawaringin nama sunan ampel adalah raja bungsi seorang anak dari sultan pasai ia melakukan perjalan ke jawa untuk menjenguk kakaknya yang dinikahi oleh raja Majapahit yaitu Brawijaya ke 6.

kisah-dan-cerita-sunan-ampelPerjuangan untuk melakukan syiar keagamaan juga sangat aktif dan terorganisir mulai dari ditetapkannya ampel denta sebagai pusat dakwah pada tahun 1422 sampai dengan era kejatuhan kerajaan besar Majapahit pada tahun 1478 sekitar 56 tahun lamanya.

Sunan ampel mulai menyebarkan agama islam sejak usianya menginjak 22 tahun walaupun semua tentang waktu dan peristiwa kapan terjadinya masih menjadi misteri yang diperdebatkan oleh banyak sejarawan, sunan ampel merupakan seorang ulama muda yang berhasil memperistri putri dari tumenggung wilwatikta pada usianya yang berumur 25 tahun.

Ampel denta atau pusat penyebaran islam sunan ampel ini kelak melahirkan banyak sekali ulama-ulama baru yang tidak kalah hebatnya dengan sunan ampel adapun kader-kader yang berhasil dilahirkan dari pusat keagamaan ini antara lain, sunan kalijaga, sunan giri, sunan bonang, sunan drajat dan raden patah serta masih banyak abdi dalem kerajaan demak yang nantinya juga memiliki pengaruh dalam penyebaran agama islam di tanah jawa yang kemudian akan menyebar ke wilayah nusantara timur seperti maluku, tidore, makassar dan ternate.

Semua aspek wilayah sudah dikuasai oleh sunan ampel untuk menyebarkan agama islam termasuk surabaya yang notabenenya adalah pintu masuk menuju kerajaan Majapahit oleh sebab itulah semula dakwah islam yang semulanya hanya disebarkan oleh sunan gresik kemudian meluas hingga Surabaya dibawah kepemimpinan sunan ampel.

Dimulai dari sinilah faktor pengaruh masuknya ajaran islam ke beberapa wilayah strategis Majapahit baik itu dari masyarakatnya bahkan sampai pada kalangan kerajaan, namun semua itu tidak mudah sunan ampel juga pernah mengalami kesulitan karena dahulu pengaruh hindu dan budha masih sangat kuat sehingga sunan ampel harus menyesuaikan tradisi yang ada namun tidak bertolak belakang dengan syariat atau ajaran islam.

Setelah sunan ampel wafat pada tahun 1478 masehi beliau meninggalkan beberapa hasil karya terbaiknya yaitu sebuah pusat studi islam di ampel denta, Surabaya dan juga beliau memunculkan generasi-generasi muda yang baru seperti sunan kalijaga, sunan bonang, sunan drajat untuk melanjutkan dakwahnya di pulau jawa.

...
Sunan Ampel, Kisah Sunan Ampel Dalam Walisongo | EC Team | 4.5