Kisah Sunan Muria Dalam Sejarah Walisongo

Kisah Sunan Muria - Sunan muria yang memiliki nama asli raden umar said ini merupakan salah satu walisongo anak dari sunan kalijaga yang juga menjadi salah satu penerus perjuangan dakwah para wali pada masa penyebaran islam di tanah jawa, nama muria diambil dari nama gunung muria yang letaknya sekitar 19 kilometer dari kota kudus, beliau sangat suka berdakwah dengan cara halus yang sangat harmonis mengikuti jejak dakwah ayahnya yaitu sunan kalijaga yang menyebarkan islam melalui cara kesenian dan alkulturasi budaya.

Sunan muria sangat menyukai daerah-daerah terpencil seperti perbukitan, persawahan dan beberapa lereng gunung, beliau tinggal disebuh wilayah dekat puncak gunung muria yang bernama colo. Sunan muria akrab dengan masyarakat sekitar beliau mengajarkan para warga desa untuk bercocok tanam, berdagang serta mengajarkan beberapa kesenian yang sudah beliau isi dengan nilai-nilai keislaman.

kisah-dan-cerita-sunan-muriaSunan muria berdakwah di wilayah pesisir pantai utara jawa seperti demak, kudus, pati dan rembang inilah yang menjadikan makan sunan muria tidak pernah sepi dari pengunjung yang ini berziarah. Letak dan lokasi makam sunan muria berada diatas bukit muria yang tingginya mencapai 1600 meter dan diketahui pula diatas bukti tersebut ada sebuah masjid yang konon masjid tersebut adalah buatan sunan muria itu sendiri jadi letak makam sunan muria bersebelahan dengan masjid tersebut.

Akan tetapi keaslian dari masjid tersebut sempat dipertanyakan karena telah mengalami beberapa kali renovasi yang membuat bangunan aslinya menjaid hilang, menurut soetjipto wirjosoeparto asal muasal nama muria ini diambil dari pengalaman Nabi Sulaiman dan Nabi Daud yang dahulu pernah membangun sebuah singasana diatar gunung moriah di Yerussalem, Palestina.

Makam sunan muria ini terletak pada ketinggian 750 meter diatas bukti muria bahkan jika ada orang yang ingin berziarah ke makam sunan muria maka harus menaiki anak tangga yang sangat jauh, mulai dari pintu masuk gerbang harus menaiki beratus-ratus anak tangga.

Setelah memasuki area makam sunan muria, maka diasana terdapat 17 belas makam berserta batu nisannya dan menurut juru kunci yang menjaga temoat tersebut 17 makan itu adalah makan dari teman, kerabat dari sunan muria yang dulunya juga membantu sunan muria dalam menyebarkan ajaran islam.

Makan sunan muria sendiri terletak beberapa meter dari 17 makam tersebut, jika sudah terlihat bentuk bagunan seperti rumah kecil maka itulah makan sunan muria. Di dalam bagunan kecil tersebut terdapat 2 makan yaitu makam sunan muria dan makam putrinya yaitu Raden Ayu Nasiki, selain itu disebelah barat dekat dinding masjid juga merupakan makan dari anak lelakinya yang bernama pengulu jogodipo.

...
Kisah Sunan Muria Dalam Sejarah Walisongo | EC Team | 4.5