Kisah Sunan Kudus Dalam Walisongo

Kisah Sunan Kudus - Sunan kudus merupakan walisongo yang terkenal dengan nilai toleransinya pada masa peralihan peradaban hindu budha, diperkirakan sunan kudus lahir pada tahun 1400 masehi di palestina nama asli dari sunan kudus adalah Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan seorang putra dari pasangan sunan ngudung, beliau sangat berpengaruh sekali dalam masa peralihan hindu budha ke islam.

Pada masa iya menyebarkan islam ke jawa, sunan kudus dikenal sebagai walisongo yang sangat toleran sekali terhadap budaya-budaya hindu budha yang pada saat itu masih melekat erat pada masyarakat jawa baik dari segi spiritualnya dan juga tradisinya.

Sunan kudus juga banyak mempelajari islam kepada sunan lainnya seperti sunan bonang dan sunan ampel agar dakwah yang ia sampaikan bisa diterima oleh masyarakat yang multietnis pada saat itu tanpa adanya peperangan ataupun perselisihan paham agama, ajaran sunan kudus mirip sekali dengan ajaran sunan bonang yaitu penyebaran agama melalui pendekatan multikulturan tanpa menghilangkan makna-makna syariat islam yang sebenarnya.

kisah-dan-cerita-sunan-kudusContoh lainnya dari ajaran toleransi sunan kudus adalah ketika beliau melarang umat islam untuk menyembelih dan memakan sapi karena pada saat itu sapi adalah hewan yang disucikan oleh masyarakat setempat yang masih memiliki kepercayaan hindu hingga pada akhirnya sunan kudus menyarankan agar sapi diganti dengan ayam ataupun domba.

Sunan kudus merupakan bentuk dari antitesis faham radikalisme dan fundamentalisme yang kerap berbenturan diantara umat bergama, sunan kudus sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam nuasan kearifan lokal. Kemudia karena rasa toleransi yang sangat tinggi dalam menyebarkan agama islam banyak masyarakat kemudian bertanya tentang ajaran sunan kudus itu.

Mereka terkesima oleh ajaran islam yang dibawa oleh sunan kudus lalu banyak masyarakat yang menjadi simpatik dan tertarik untuk memperlajari agama islam lebih dalam lagi. Bukan hanya itu saja falsafah ajaran toleransi sunan kudus juga tercermin pada beberapa bagunan dan arsitektur misalnya beberapa pancoran untuk tempat wudhu pada tempat itu diberikan beberapa corak budha Asta sanghika marga yang berarti delapa jalan utama dan contoh berikutnya adalah bagunan menara kudus yang menyerupai sebuah candi hindu yang menjulang tinggi keatas.

Menara tersebut digunakan oleh sunan kudus untuk melakukan adzan dan sampai sekarang menara kudus menjadi salah satu menara masjid yang paling tua di jawa dan dijadikan sebagai ikon wisata kudus, strategi sunan kudus ini adalah hal yang sangat langka sebab pada saat itu strategi atau syiar keagamaan yang digabungkan dengan nilai-nilai alkulturasi belum banyak digunakan bahkan belum ada sama sekali.

Salah satu karya sunan kudus adalah ketika ia membangu sebuah masjid yang kini dinamakan sebagai masjid agung kudus, selain itu sunan kudus juga berpesan kepada masyarakat agar tidak memotong sapi pada hari raya idul adha dan menyarankan untuk mengganti sapi dengan kerbau, ayam atau domba dan pesan sunan kudus tersebut masih dijaga nilai dan tradisinya oleh masyarakat sekitar.

Pada sekitar tahun 1550 sunan kudus meninggal dunia lalu dimakamkan disekitar area masjid menara kudus tersebut, beliau wafat pada saat sujud sholat subuh dan untuk meghormati dan mengenang namanya kemudian daerah tersebut dinamakan sebagai kabupaten kudus dan itulah yang menjadi cikal bakal kudus pada masa lalu.

...
Kisah Sunan Kudus Dalam Walisongo | EC Team | 4.5