Kisah Sunan Kalijaga Dalam Sejarah Walisongo

175 views

Kisah Sunan Kalijaga - Sunan kalijaga atau yang biasa disebut dengan nama raden said ini merupakan salah satu tokoh walisongo yang paling berpengaruh dan paling populer dalam sejarah penyebaran di Indonesia, diperkirakan umur sunan kalijaga lebih dari 100 tahun karena beliau sempat merasakan hidup pada masa akhir Majapahit, kesultanan demak, kesultanan cirebon bahkan hingga berdirinya dinasti mataram islam.

Mengenai silsilah jati diri sunan kalijaga terdapat 2 versi yang menyebutkan, babad tuban mengatakan bahwa sunan kalijaga merupakan orang jawa asli alias seorang pribumi karena pada saat itu aria teja berhasil mengislamkan adipati tuban lalu menikahi anaknya dari hasil pernikahan tersebutlah beliau memiliki anak yang bernama Aria wilatikta yang menjadi seorang raja islam pertama di tuban lalu Aria wilatikta memiliki seorang putra yang bernama raden said atau sunan kalijaga ini.

Versi seorang sarjana belanda yaitu Van Der Berg, menyebutkan bahwa sunan kalijaga adalah orang arab yang masih memiliki keturunan dari wali sebelumnya dan silsilahnya akan mengarah pada Nabi Muhammad. Sunan kalijaga memiliki nama panggilan yang cukup banyak misalnya reden said, raden tuban, syekh malaya dan lokajaya.

kisah-sunan-kalijagaDari kesekian namanya tersebut yang paling populer dalam sejarah adalah Lokajaya, lokajaya digambarkan sebagai kriminal yang suka mencuri harta milik orang lain walaupun demikian hasil curiannya selalu dibagikan kepada orang miskin, yatim piatu, janda dan orang-orang lemah yang membutuhkan bantuan.

Aksi kriminalnya tersebut terus dilakukan dengan mencuri beberapa hasil bumi miliki saudagar kaya pada saat itu, hingga pada akhirnya ketika Lokajaya sedang berjalan disebuah hutan kemudian ia menemukan sungai untuk beristirahat, namun tanpa ia sadari disungai tersebut ada seorang kakek tua yang sedang berdoa dengan tongkat emas yang ia tancapkan di sungai tersebut.

Baca Juga :   Cerita Dongeng Cinderella

Ternyata kakek tua yang sedang berdoa tersebut adalah sunan bonang, tanpa pikir panjang ia kemudian ingin mencuri tongkat emas tersebut namun aksinya tersebut digagalkan oleh sunan bonang, lalu sunan bonang bertanya kepada Lokajaya tentang aksi pencuriannya tersebut dan Lokajaya menjawab bahwa ia ingin mencuri tongkat emas agar hasil curiannya tersebut bisa dibagikan kepada orang miskin, yatim piatu dan janda.

Akan tetapi sunan bonang berkata setiap tindakan pencurian tidak pernah diperbolehkan dalam islam apapun itu alasannya, kemudian sunan bonang menasehati Lokajaya dan berkata jika kamu ingin kaya maka ambilah buah dari pohon aren emas tersebut ketimbang kamu mencuri harta milik orang lain.

Karena merasa terbuka pikirannya kemudian Lokajaya memutuskan untuk berguru kepada sunan bonang, kemudian sunan bonang menyuruh Lokajaya untuk melakukan pertapaan ditepi sungai tersebut akan tetapi sebelum ia memulai dalam pertapaannya sunan bonang berpesan bahwa ia ingin menitipkan tongkatnya tersebut dan meminta dirinya untuk menjaga tongkat tersebut sampai ia datang kembali.

Dalam petapaannya Lokajaya tertidur dan sempat tidak sadarkan diri dalam beberapa waktu bahkan sampai tubuhnya ditumbuhi akar-akar pohon yang menandakan bahwa waktu pertapaannya sudah sangat lama sekali namun ia tidak boleh bergerak atau bertindak sedikitpun sampai sunan bonang datang kembali.

Setelah berhasil melakukan pertapaan sunan bonang kembali mengunjugi Lokajaya dan berkata bahwa dirinya telah mampu melewati syarat yang telah diterapkan oleh sunan bonang, atas keberhasilannya itu kemudian ia diberikan jubah oleh sunan bonang dan diberi nama baru sebagai Kalijaga.

Setelah berguru kepada sunan bonang kemudian ia kembali melakukan perjalanan spiritualnya dengan berdakwah diberbagai tempat selain berdakwah ia juga memiliki seorang murid yang sangat cerdas yang kelak bernama jaka tingkir atau raden mas karebet atas dakwahnya tersebutlah kemudian ia diberikan gelar sunan oleh masyarakat sehingga namanya berubah menjadi sunan kalijaga.

Baca Juga :   Misteri Kutukan Roro Jonggrang

Ajaran sunan kalijaga ini tidak jauh beda dari ajaran yang disampaikan oleh sunan bonang dan sunan kudus yaitu menggunakan pendekatan budaya atau alkulturasi bahkan sunan kalijaga juga disebut sebagai seniman beberapa karya yang telah ia ciptakan adalah syair lagu ilir-ilir dan gundul-gundul pacul dalam beberapa ranah tradisi juga masih bisa kita lihat dari acara-acara keagamaan seperti sekatenan, gerebeg maulud dan layang kalimasada.

Ajarannya ini dinilai cukup efektif untuk memperluas pengaruh islam tanpa adanya selisih paham agama terhadap masyarakat lokal yang pada masa itu belum memeluk islam, kemudian sunan kalijaga wafat dan dimakamkan di desa kadilangu, Demak, Jawa Tengah dan makan sunan kalijaga sampai sekarang masih ramai di datangi oleh para peziarah dari seluruh Indonesia.

Tags: #Indonesia #Inspirasi #Islami #Sejarah #Teladan #Tokoh

Leave a reply "Kisah Sunan Kalijaga Dalam Sejarah Walisongo"

Author: 
    author
    Hallo, dapatkan tulisan seputar kata kata bijak, kata mutiara dan kumpulan ucapan terbaru disini, gratis setiap harinya jangan sampai ketinggalan.