Kisah Sunan Drajat Dalam Sejarah Walisongo

Kisah Sunan Drajat - Sunan drajat merupakan salah satu walisongo yang juga masih keturunan dari sunan gresik dan anak dari sunan ampel, diperkirakan sunan drajat atau raden qosim ini lahir sekitar tahun 1470 masehi. Ia merupakan wali paling cerdas yang memiliki tingkat intelijensi paling tinggi diantara wali lainnya, karena kecerdasannya lalu ia membangun sebuah padepokan atau perkampungan islam di desa paciran sebuah desa kecil yang diberikan oleh kerajaan demak kepada dirinya.

Selain diberikan desa oleh kerajaan demak ia juga diberikan gelar baru sebagai sunan mayang madu oleh raden patah sekitar tahun 1520 masehi, dalam kisahnya sunan drajat ini adalah sunan yang baik hati dan suka menolong sesama dengan jiwa sosial yang tinggi ia melakukan beberapa kegiatan amat untuk menolong fakir miskin, anak yatim piatu dan juga orang lemah lainnya.

Dalam hal-hal filantropi atau kegiatan sosial beliau memiliki beberapa filosofi hidup yang diajarkan kepada masyarakatnya adapun filosofi sunan drajat adalah sebagai berikut :

  1. Memangun resep tyasing Sasoma ( kita harus mengutamakan kepentingan orang lain )
  2. Jroning suka kudu éling lan waspada ( Saat kita sedang senang kita harus tetap waspada )
  3. Laksmitaning subrata tan nyipta marang pringgabayaning lampah ( Untuk mencapai sebuah cita-cita para leluhur kita tidak mempedulikan semua marabahaya )
  4. Mèpèr Hardaning Pancadriya ( Kita harus selalu menjaga hawa nafsu )
  5. Heneng - Hening - Henung ( dalam keadaan hening dan diam kita bisa mewujudkan sebuah impian ).
  6. Mulya guna Panca Waktu ( Sholat lima waktu adalah kunci kebahagian lahir dan batin )
  7. Mènèhana teken marang wong kang wuta, Mènèhana mangan marang wong kang luwé, Mènèhana busana marang wong kang wuda, Mènèhana ngiyup marang wong kang kodanan ( Bagikan ilmu agar orang lain pintar, Bantulah masyarakat yang miskin, Ajari tata krama kepada orang yang tidak memiliki malu, dan juga memberikan perlindungan terhadap orang yang tersakiti )

Karya seni sunan drajat juga tidak kalah hebat dengan wali lainnya, diberitakan beliau adalah seorang pencipta tembang macopat yaitu punkur, beberapa peningalan seni sunan drajat seperti gamelan kini tersimpan di museum daerah dan telah menjadi sebuah warisan budaya leluhur.

Untuk menghormati sekaligus melestarikan budaya dan kesenian yang dibawa serta diajarkan oleh sunan drajat pemerintah Lamongan membuatkan museum sunan drajat untuk keluarga, kerabat dan sunan drajat itu sendiri. Upaya pembangunan museum tersebut didukung penuh oleh Gubernur Jawa Timur pada saat itu dan kini lokasi museum sekaligus makan sunan drajat dijadikan objek wisata spiritual dan sejarah di Lamongan.

...
Kisah Sunan Drajat Dalam Sejarah Walisongo | EC Team | 4.5