Cerita Rakyat Malin Kundang Si Anak Durhaka

Cerita Rakyat Malin Kundang - Cerita malin kundang ini berasal dari tanah minang di padang, sumatera barat. kisah anak durhaka ini telah menjadi legenda yang banyak diangkat diberbagai macam media baik dari buku, televisi dan radio bahkan pelajaran-pelajaran sekolah sering mengangkat cerita ini sebagai bahan bacaan anak-anak banyak seniman dan satrawan yang mengangkat kisah ini menjadi berbagai macam kolosal drama, teater dan seni pertunjukan lainnya.

Diceritakan bahwa malin kundang awalnya adalah anak yang sangat patuh terhadap orang tuanya terutama kepada ibunya, malin terlahir dalam keluarga yang sederhana ibunya hanya seorang petani biasa tidak ada yang istimewa dalam keseharian si malin kundang ini hingga akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke negeri seberang untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan yang layak.

Berkat si gadis inilah malin kundang kemudian menjadi saudagar yang kaya raya, malin dipercaya untuk mengelola beberapa usaha yang dimiliki oleh keluarga dari si gadis cantik tersebut serasa kecipratan kekayaan dari si gadis tersebut. Akan tetapi kesuksesannya tersebut malah membuat dirinya menjadi orang yang sombong dan angkuh ia lupa dari mana ia berasal dan seperti apa kehidupan awalnya.

cerita-legenda-malin-kundangSetelah lama merantau dan kini ia telah mencapai dipuncak kesuksesan malin memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya menggunakan kapal mewah dan ditemani oleh sang istri yang cantik jelita tersebut. Ketika ia sampai dikampung halamannya datanglah seorang wanita tua yang ternyata wanita tersebut adalah ibu kandungnya sendiri.

Wanita tua tersebut kemudian berkata kepada malin bagaimana kabarnya anakku ? si malin sempat binggung tentang pertanyaan dari wanita tua tersebut karena sifatnya yang angkuh dan sombong malin kundang malah mencaci maki ibunya sendiri dengan perkataan yang kasar, malin mengangap ia tidak memiliki ibu yang jelek, tua dan berpenampilan kumuh seperti itu ia merasa adalah saudagar kaya raya jadi tidak mungkin memiliki ibu seperti itu.

Bahkan sang istri juga menanyakan kepada suaminya tersebut apakah benar dia adalah ibunya akan tetapi si malin tetap saja mempertahankan kebohongannya dan ia tidak mau mengakui wanita tua itu sebagai ibunya sendiri.

Ibunda malin kundang yang masih memiliki kesabaran berusaha meyakinkan anaknya yang durhaka tersebut akan tetapi manusia yang sudah terlena akan harta dan tahta mana mungkin mau mengakui hal tersebut. Setelah merasa bosan akan tangisan ibunya yang meminta dirinya untuk mengakui bahwa ia adalah ibunya malin kemudian menyuruh para pungawa kapal untuk mengusir wanita tua tersebut.

Mendengar perkataan dari malin tersebut sang ibu merasa sakit hati dan merasa kecewa terhadap anaknya tersebut lalu sebelum ibunya diusir oleh pungawa kapalnya ia berkata bahwa 'jika kamu memang anakku, maka aku akan mengutukmu menjadi batu malin' akhirnya tidak lama setelah ibunya bersumpah seperti itu keadaan menjadi berubah total.

Petir dan hujan badai kemudian turun yang menandakan bahwa sumpah dari ibu malin kundang ini didengar oleh Tuhan yang maha kuasa seketika itu juga malin kundang tersambar oleh petir dan tubuhnya menjadi kaku seakan-akan ia telah menjadi batu karena sumpah dari sang ibu dan kapal yang dinaiki oleh malin kundang hancur seketika tersapu oleh ganasnya badai pada saat itu.

Seluruh tubuh dari malin kundang ini diselimuti oleh batu yang mirip sekali dengan karang, ini sebuah pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya bahwa jangan pernah sekali-kali menantang perkataan dari seorang ibu sebab Ridho dari seorang ibu merupakan ridho dari Tuhan seketika ibu bersumpah 'kun fa yakuun' terjadi maka terjadilah.

Pesan moral dari malin kundang ini sangat cocok bila diajarkan kepada anak-anak usia dini agar mereka mengetahui peran ibu dan peran orang tua dalam kehidupan mereka tanpa orang tua rasanya mustahil kita terlahir dan hidup didunia ini

...
Cerita Rakyat Malin Kundang Si Anak Durhaka | EC Team | 4.5